0
Language
Currency

Kuliner Khas & Makna Dapur bagi Masyarakat Tengger

travelstory.com


 Bromo punya makanan khas yang unik dan nikmat. Di antaranya nasi aron, nasi yang dibuat dari tumbukan halus jagung putih. Konon, jenis masakan ini berkhasiat menurunkan kolestrol dan membantu menstabilkan gula darah.


Nasi aron biasanya dinikmati dengan berbagai lauk seperti sayur daun ranti, tahu, tempe, dll.


Selain nasi aron ada iga bakar khas Suku Tengger, sawut kabut dari parutan singkong dan minuman herbal pokak yang dibuat dari bahan utama jahe, pandan, serai, cengkeh.


Sayangnya, makanan khas Suku Tengger, Bromo ini agak sulit didapat. Warung-warung kecil yang tersebar di kawasan Bromo, rata-rata menjual makanan dan minuman standar, seperti nasi dan mi goreng/kuah, mi instan, kopi, teh panas, dll.


                         

Mencari makanan khas Bromo, paling mudah jika datang dalam rombongan kecil atau besar dan kemudian berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, ketua RT, penduduk setempat, manajemen hotel tempat menginap, atau pun dengan pemandu lokal.


Menyantap makanan bersama penduduk lokal, benar-benar akan terasa berbeda. Banyak hal bisa didapat, bukan hanya menikmati beragam makanan khas saja, tetapi juga menyerap kearifan lokal masyarakat Tengger yang menghormati tamu dengan menerima mereka di dapur/pawon.


Ruang tamu lebih banyak kosong. Dapurlah pusat kegiatan. Di tengah udara dingin, tamu yang bertandang akan lebih hangat karena dekat dengan tungku kayu bakar yang menyala untuk memasak dan membuat air panas.


Sambil berbincang, para tamu bisa menyesap kopi, teh, wedang herbal dan menyantap makanan kecil mau pun makanan berat yang ditawarkan dan dihidangkan. ***

sumber: https://travelstory.id/kuliner-khas-makna-dapur-bagi-masyarakat-tengger/